5.01.2009

KENAPA BELAJAR EKONOMI MIKRO ISLAMI

KENAPA BELAJAR
EKONOMI MIKRO ISLAMI

nMendapatkan keyakinan yang kuat tentang teori ekonomi mikro islami yang relevan dan dapat diterapkan dalam dunia nyata.

nYaitu, menerapkan prinsip-prinsip ekonomi mikro islami dalam pengambilan keputusan agar mendapatkan solusi terbaik, menguntungkan dan tidak mendlalimi orang lain.

POKOK BAHASAN

nPasar, Fungsi dan ekuilibrium

nPermasalahan ekonomi

KONSUMSI
Pertemuan III Kelas Ekonomi Mikro Islami

Ekis FIAI-UII Maret 2008

BAB 1 TEORI KONSUMSI

PENGANTAR KONSUMSI DLM ISLAM

PENGERTIAN KONSUMSI

kegiatan mengurangi atau menghabiskan nilai guna/manfaat suatu barang atau jasa

CIRI-CIRI KEGIATAN KONSUMSI

barang yang digunakan dalam kegiatan konsumsi merupakan barang konsumsi.

ditujukan langsung untuk memenuhi kebutuhan.

barang yang dipergunakan akan habis atau berkurang.


MANA YG TERMASUK KEGIATAN KONSUMSI?

Tono mengangkut pasir dari sungai ke gerobak.

Badu menonton film di bioskop.

Pak Toni menggunakan pupuk urea pada kebun singkongnya.

Rahmad sdg mendengarkan pengajian

TUJUAN KONSUMSI

mengurangi NILAI GUNA barang atau jasa secara bertahap.

menghabiskan NILAI GUNA barang sekaligus.

memuaskan kebutuhan secara fisik.

memuaskan kebutuhan rohani.


NILAI GUNA?

Nilai atau kegunaan adalah kemampuan suatu benda atau jasa untuk digunakan sebagai alat pemuas kebutuhan

KEGUNAAN MELIPUTI:

1. Kegunaan unsur (element utility), artinya suatu benda memiliki kegunaan dilihat dari unsur benda tersebut.

Contoh: terigu yang dipergunakan untuk membuat kue.

2. Kegunaan tempat (place utility), artinya benda itu memiliki kegunaan setelah dipindahkan tempatnya.

Contoh: Pasir yang dipindahkan dari sungai ke toko bangunan.

3. Kegunaan waktu (time utility), artinya benda itu memiliki kegunaan apabila dipakai sesuai waktunya.

Contoh: Payung digunakan pada saat hujan.

4. Kegunaan bentuk (form utility), artinya benda itu memiliki kegunaan setelah dirubah bentuknya.

Contoh: Kayu gelondongan dirubah menjadi meja.

5. Kegunaan kepemilikan (ownership utility), artinya benda itu berguna jika telah dimiliki.

Contoh: Mesin jahit yang dibeli dari toko mesin jahit.

6. Kegunaan pelayanan (service utility), artinya pelayanan atau service itu berguna jika diberikan.

Contoh: Dokter mengobati pasiennya.

NILAI BARANG DAN JASA

1. Nilai pakai, adalah kemampuan suatu barang dan jasa untuk digunakan oleh konsumen.

nilai pakai subjektif, yaitu nilai barang atau jasa yang ditinjau dari penggunaan barang atau jasa.

Nilai pakai objektif adalah nilai barang atau jasa yang ditinjau dari barang atau jasa tersebut.

2. Nilai tukar, adalah kemampuan suatu barang untuk ditukar dengan barang lain.

nilai tukar objektif, artinya nilai tukar barang berdasarkan barangnya.

Nilai tukar subjektif, artinya nilai tukar barang berdasarkan orang yang menukarkannya.

TEORI NILAI TUKAR OBJEKTIF

1. Teori Nilai Biaya (Adam Smith).

Teori ini menekankan besarnya nilai suatu benda ditentukan oleh jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang/jasa tersebut.

2. Teori Nilai Biaya Produksi Tenaga Kerja (David Ricardo)
Teori ini lebih menekankan bahwa besarnya nilai suatu barang sangat ditentukan oleh besarnya upah tenaga kerja untuk memproduksi barang tersebut.

3. Teori Nilai Tenaga Kerja Masyarakat (Karl Marx)
Menurut teori ini nilai suatu barang ditentukan oleh besarnya biaya rata-rata upah tenaga kerja masyarakat.

4. Teori Nilai Biaya Reproduksi (Carey)
Menurut teori ini nilai suatu barang berdasarkan biaya yang dikeluarkan bila barang tersebut diproduksi kembali.

5. Teori Nilai Pasar (Humme dan Lock)
Berdasarkan teori ini besar kecilnya nilai suatu barang sangat dipengaruhi oleh terbentuknya harga pasar.

TEORI UTILITAS DAN PREFERENSI

Utilitas adalah merupakan nilai subyektif dari pada kualitas barang dan jasa yang dikonsumsi.

Tingkat utilitas (kepuasan) yang diperoleh dalam suatu periode tertentu dapat berbeda diantara berbagai jenis barang pada masing-masing konsumen.

Pada dasarnya, utilitas dipengaruhi oleh selera (taste), yang berubah menurut waktu. Namun demikian dalam pendekatan masalah, selera konsumen dianggap tidakberubah selama waktu analisa.


No comments:

Post a Comment